Membenci diriku dimasa lalu part 2

 Apa sebenarnya yg membuat aku begitu?

Ternyata, pola asuh orang tua dan keluarga.

Aku lahir dari keluarga utuh yg tdk harmonis.

Mamaku, beliau yg paling berperan menanamkan karakter buruk yg aku miliki itu (tanpa dia sadari).

Aku selalu dipaksa utk menjadi juara 1 dan rengking 1 di kelas. Mamaku tidak pernah peduli akan proses, yang dia ingin tau hanyalah hasil yg terbaik, utk apa? Utk dibanggakan pada orang lain. Mengapa? Karena mungkin dia tdk memiliki banyak hal utk d banggakan pada org lain, selain aku yg dianggapnya memiliki potensi. Mengapa dia begitu? Karena mamaku memiliki ego yg tinggi dan gengsi yg besar.

Dgn dorongan itu, jadilah aku memiliki watak ambisius, menghalalkan segala cara, selalu ingin terlihat paling bersinar, selalu ingin paling di depan dan terhebat. Meski org lain tdk menyukai, aku menutup mata tentang itu semua.

Kemudian, di rumah tdk jarang aku menjadi korban perundungan dari saudara dan mama. Tdk pernah merasa d dengar, tdk dihargai, selalu d Hakimi, sering d sakiti fisik maupun mental, dgn pola asuh begitu, secara tdk sadar membentuk aku yg berkarakter manipulatif, egois, dan mendominasi. Karena aku mencontoh apa yg ada d rumah, dan mempraktekkan nya pada org2 d sekitarku (teman2ku).

Aku tdk tau mana yg baik dan buruk, mama ku kadang memberi contoh yg tdk baik dan aku pikir itu adalah baik karna d lakukan orang tua. Namun saat aku terapkan pada teman2ku, mereka tdk suka dan akhirnya kami bermusuhan. Tidak jarang pula aku melakukan hal2 fisik dan bicara kasar pada teman teman yang menurutku menyebalkan, karena aku mencontoh hal tersebut dari keluarga.

Aku benci semua itu, karena pola asuh itu memberi andil besar pada masa SD ku yg penuh pengalaman pahit. Bahkan tdk jarang dari watak burukku itu, muncul pula pembullyan padaku. 

Termasuk bully yang dilakukan guru SD ku sendiri d tengah2 kelas kurang lebih 53 siswa yang menyebabkan aku d soraki ramai2. Dan tidak ada satupun yg membelaku bahkan teman yg biasa bermain denganku.

Semua ingatan itu melekat di dalam benakku. Dan aku ingin sembuh.

Aku harus menerima semua kejadian itu adalah kejadian lampau, dan yg terpenting aku meminta maaf pada siapapun yg memungkinkan bisa aku temui, dan aku meyadari kesalahanku kemudian menjadikan aku lebih baik hari ini dan seterusnya.

Komentar