Hari ke 2
Bayangkan kamu duduk berhadapan dengan diri
kecilmu — kamu saat usia 5, 7, atau 10 tahun.
Tulislah surat untuknya, tanpa sensor, tanpa harus
indah. Biarkan kata-kata mengalir apa adanya.
Hai..kamu, aku diwaktu kecil..
Aku tau kamu tidak baik2 saja. Banyak perasaan tidak nyaman yg ingin kamu ungkapkan tapi entah pada siapa.
Tidak ada yang benar2 mengerti kamu.
Dunia saat itu serasa tidak aman bagimu.
Tidak ada yg menginginkanmu..
Kamu terbiasa dengan kondisi yg menyesakkan, perkataan yg menyakitkan, dan perlakuan manusia yg tdk menyenangkan.
Tapi kamu saat itu masih terlalu kecil utk mengerti. Terlalu kecil utk melawan, terlalu kecil utk menjauh dan pergi.
Andai aku ada disisimu saat itu. Akan aku berikan kamu perlindungan, pembelaan dan pelukan hangat dan aku akan membisikkan bahwa kamu aman bersamaku. Kamu baik-baik saja disini.
Tapi kamu hebat kamu bisa melewati semuanya meski dgn berat hati meski dgn air mata meski dgn sejuta sesak di dada.
Kamu hebat, skrg kamu dewasa. Semoga kamu bisa memeluk semua sakit itu..bahagialah yaa sayang..
Komentar
Posting Komentar