Negeri ini butuh manusia berkualitas..
Yang memahami masalah kehidupan dan tau solusi nya.
Tidak lain tidak bukan solusi itu lahir dari Pencipta Alam
semesta dan seisinya yakni Allah SWT.
Dan hal ini semakin terlihat tatkala pandemi..
Tidak sedikit muslim saat ini yang menolak sains dengan
alasan beragam salah satunya tidak nyunnah.
Mereka lebih mempercayai apaapa yang mereka sebut sebagai
sunnah nabi daripada harus percaya data dan fakta sains berdasarkan penelitian.
Mereka masih beranggapan kalo dunia sains dan islam itu
tidak ada korelasi, bahwa islam berpisah dengan ranah bahasan sains dan
teknologi.
Astagfirullah, kenapa umat ini,, yang halal diharamkan, yang
mubah diharamkan, sedangkan yang haram dihalalkan...
Siapa bilang bahwa agama itu tidak boleh ikut serta dengan
sains? Itu berasal dari sejarah eropa dahulu. Dimana otoritas gereja menolak
pendapat para peneliti dan memaksa pendapat sains harus sesuai dengan kitab
suci mereka, meskipun bertentangan. Akhirnya akita bisa temukan kisah sejarah
Galileo Galilei yang dihukum mati oleh gereja karena pendapatnya tentang
matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan gereja. Jelas hal ini menyebabkan trauma kepada manusia untuk kemudian menjauhkan sains dan agama.
Namun pertentangan itu tidak berlaku dalam islam, bahkan
rosul sendri mengatakan bahwa “ Kamu lebih mengetahui urusan duniamu” tentu
saja ini berkaitan dengan teknis dan sarana saja ya, bukan prinsipil semacam
aturan kehidupan yang sudah jelas hanya boleh mengambil dari Allah. Sabda nabi
ini mencirikan bahwa sains dan islam itu tidak dipisahkan, bahkan kita bisa
menemukan dalam sejarah islam dulu tatkala seorang ilmuwan adalah seorang ulama
juga, mereka menjadikan islam sebagai dasar penelitian mereka.
Namun saat ini, entah apa yang ada dalam pikiran sebagian
umat mereka menolak rekomendasi para
ahli terkait pandemi, mereka tidak mau mendengar anjuran para ahli bagaimana
seharusnya menangani dan menghadapi covid.
Hemmm rakyat cerminan penguasanya, ternyata penguasanya juga
demikian.
Komentar
Posting Komentar