Tentang Literasi V (Kutipan Favorit-ku)

"Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami."
-Hujan, Tere Liye-

"Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan."
-Hujan-

"Kenapa kita sesak sekali saat patah-hati? Karena perasaan itu telah diketahui orang lain, sudah dinyatakan, sudah diumumkan.
Terang saja akan menyakitkan jika gagal. Berbeda jika perasaan itu tetap tersimpan dalam      hati, “bom waktu”-nya masih aman, belum diaktifkan."

"Sebenarnya siapa yang membuat kita kecewa?
Kita sendiri.
Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. Mau secanggih apapun orang lain memupuk pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau kita sempurna mengendalikan hati, no problem at all."

"Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya.”

"Hidup ini bukan melulu soal perasaan, galau, jatuh cinta, dan sebagainya.
Itu benar, hidup tanpa cinta bagai makanan tanpa garam. Tapi silahkan saja urus itu cinta, kalian cuma makan garamnya saja. Nggak pakai nasi, nggak pakai lauk, sayur, cuma bongkahan garam, dinikmati sana."

"Berhentilah bertanya bagaimana menemukan pasangan yang baik. Mulailah menjadi orang yang baik dan terus lebih baik, maka akan terjawab sendiri" 


“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.” -Tere Liye-

“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami pemahaman yang tulus.” -Tere Liye-

“Inilah hidupku, dan aku tidak peduli apapun penilaian kalian. Aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu mendengar komentar mereka.” -Rindu-

“Janganlah sekali-kali kau membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain. Menganggap orang lebih bahagia atau Kenapa hidup kita itu nestapa. Kita tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui dan perjuangkan untuk mencapai kehidupan mtereka sekarang. Karena itu bersyukurlah dengan kehidupan yang sekarang.” -Rembulan tenggelam diwajahmu-

Dan berikut, kutipal favorit dari novel Orizuka

"Saat mereka sudah sama-sama mengucapkan kata perpisahan, harusnya mereka bisa benar-benar berpisah dengan baik. Tidak ada penyesalan. Hidup semua orang akan kembali berjalan seperti seharusnya. 
Namun, harusnya ia tahu, hidup kadang tak berjalan sesuai yang mereka inginkan."

"Berhenti lari dari kenyataan hidupmu. Berhenti cemas atas penilaian orang lain, dan mulailah berbuat baik sebanyak mungkin."

"Aku tetap bintang yang paling terang. Walaupun paling cepat mati, aku tidak akan menyesal,
Yang terpenting, aku sudah menerangi mereka yang membutuhkan cahayaku"

Komentar