Negeri ini butuh manusia berkualitas.
Manusia yang memahami hidup, memahami permasalahan dan
solusinya.
Negeri ini krisis manusia berkualitas.
Hal ini tergambar tatkala pandemi kali ini.
Banyak yang beranggapan bahwa kita tidak perlu takut dengan
corona, kita hanya boleh takut kepada Allah maka dari itu tidak perlu
menanggapi berlebihan covid ini.
Padahal kita tau, bahwa terdapat kaidah kausalitas. Yakni
hukum sebab akibat, memang narasi hanya takut kepada Allah itu benar hanya saja
dimana menempatkan nya? sesuai tidak konteksnya?
Mari kita ingat-ingat sejarah bagaimana Rosulullah kemudian
disusul oleh para sohabat dan para tabiin menghadapi wabah, tertera dalam
hadist hadist nya..
Bagaimana rosul menyuruh kita lari dari wabah seperti
larinya kita dari seekor singa, bagaimana sohabat Amr Bin Ash memberikan solusi
yang saat ini kita sebut lock down, bagaimana Umar Bin Khattab menarik
pasukannya kembali ke Madinah saat akan beranangkat ke Suriah kemudian ketidak
ditanya “Apakah kita akan lari dari takdir Allah?” Umar menjawab “ Ya, kita
lari dari takdir Allah yang satu menuju takdir Allah yang lain”.
Umat ini butuh edukasi....biar engga asal njeplak..
Ada sebagian muslim yang menarik diri dari kehidupan ramai
di saat wabah, melakukan social distancng, dirumah saja keluar kecuali darurat,
semua aktivitas dialihkan dengan aktivitas tidak langsung, daring misal. Karena
mereka memahami, ini bagian dari sunnah tatkala menghadapi wabah, ini bagian
dari menjalani perintah Allah, sebisa mungkin bersabar atas keadaan ini sambil
tetap dirumah. “ Tapi kan daerah kita tidak ada yg terinfeksi “ Wallahualam
bishawab dalam sistem saat ini, penanganan wabah dan pandemi tidak seperti
islam bagaimana dulu menanganinya. Saat ini, seakan kita miskin data, tidak ada
yang tau pasti siapa yang terserang dan tidak, dan mana wilayah aman atau
tidak. Berbeda dengan sistem islam dulu yang dengan sigap tanpa pertimbangan
apapun lagi menetukan mana zona merah mana yang bukan, orang yang di zona merah mereka tidak melakukan aktivitas keluar dari wilayhnya sedangkan orang yang
berada di zona aman tetap melakukan aktivitas nya seprti biasa.
Dalam kondisi kali ini, kita semakin sadar...bahwa negeri
ini dan negeri manapun membutuhkan manusia yang berkualitas, yang memahami dunia
ini dan bagaimana rumus pemecahan masalahnya.
Komentar
Posting Komentar