Karantina bikin kamu marah-marah?

KARANTINA BIKIN KAMU PEMARAH.

Kalimat itu yang aku dengar dari kedua temanku, seminggu terakhir ini kurang lebih.

Astagfirullah..benarkah begitu?

Aku tidak sepenuhnya merasa benar ataupun sepenunya merasa salah.

Ada benarnya, karena setelah hampir 3 bulan menjalani hidup baru yakni beraktivitas dari rumah dan didalam rumah membuat aku akhirnya dititik jenuh dan hampa.



Bagaimana tidak stress? Otak harus selalu bekerja, fisik diam saja, mata lelah, hati lelah, tiada hiburan (bertemu orang banyak), semua komunikasi lewat daring lama-lama bosan dan membuatku jadi anti sosial. Selain itu, psikologis terganggu sebab emosi tidak stabil. Keluar rumah, takut, waswas, tidk aman dan tidak tenang....

Kecemasan meningkat drastis diikuti rasa takut, sedih, waswas, yang lebih dari biasanya sebab pandemi corona ini.

Bayangkan saja, bagaimana tidak tertekan..

Berita mengabarkan data positif corona masih meningkat diikuti dengan berita kematian korban Covid, tapi disatu sisi pemerintah memberlakukan new normal dengan keadaan kesiapan di negeri ini masih prematur, sebab kurva covid belum juga melandai, akhirnya masyarakat mulai merasa kembali normal dan menjalankan aktivitas nya seperti biasa tanpa memperhatikan protokol kesehatan, tidak jaga jarak, tidak lagi diam dirumah kecuali urgen,bahkan sebagian masyarakat menganggap remeh pandemi ini, menganggap remeh virus ini, astagfirulahadlzim.

Belum lagi orang-orng yang termakan isu konspirasi yang kemudian mereka mengabaikan dan menganggap remeh covid ini,

Stress melihat kenyataan diatas ?tentu saja, dan kita harus menyaksikan itu semua sambil menjaga diri sendiri dirumah, tolong.......Berjuang sendirin itu berat....

YaAllah ampuni hamba, kuatkan dan jangan biarkan kesaran hamba ini terkikis....

Komentar