Berhenti bertanya




Aku bertanya, untuk segala hal yang menghampiriku.

Aku bertanya tentang hidup ini,

Aku bertanya tentang diriku sendiri,

Rumit namun setelah sekian lama aku temukan jawaban.

Pertanyaan demi pertanyaan tidak pernah usai.

Rasa penasaran yang tidak pernah padam sebelum menemukan jawabannya, terus membara.

Kali ini tentang...hssss, entah tentang apa persisnya karena masalaah ini ibaratnya berbentuk spiral, berkaitan satu dengan yang lain.

Setelah 3 tahun sejak 2017 lalu, kali ini aku memutuskan untuk berhenti bertanya.

Setelah apa yang ku dapat meyakinkanku tentang sebuah kebenaran, selama 3 tahun itu aku mengumpulkan potongan potongan kecil ibaratkan serpihan puzzle yang aku satukan dengan keyword yang aku dapatkan dari seseorang. Kurasa sudah cukup menjawab segala keraguanku, memang..namun kini malah muncul keinginan lebih dari sekedar menjawab pertanyaan, melainkan keinginan membuktikan dan membuka mata siapapun dengan kebenaran yang aku dapatkan.

Namun rasanya sudah tidak ada lagi kesempatan, hingga aku mulai tersiksa sendiri dengan seluruh rasa penasaran ini.

Aku tidak tenang, aku emosi, aku mencari, bertanya..kemudian lelah dan hampir frustasi.

Sampailah aku pada titik ini, titik berhenti untuk bertanya.

Aku sudah temukan jawaban, hanya satu yang belum aku temukan yaitu tentangnya.

Benarkah ia memilih dengan pilihan yang benar? Satu hal, aku tak mampu mendalami hatinya.

Aku berhenti, berhenti bertanya.

Dan membunuh pertanyaan ini.

 



Komentar