Waktu Subuh


Masih terasa sakit hati ternyata.
Subuh, baru-baru ini aku takut menemui waktu ini.
Waktu yang selalu tidak dengan sengaja, sendirinya terkumpul segala ingatan yang tidak ingin kuingat.
Kekecewaan, hati yang sakit, harapan yang pupus, kepedihan cerita. Berkumpul bersatu hingga tak tertahan luruh lah air mata diatas sejadah ini.
Jika orang lain mudah menerima dan sulit mencari hikmah dalam suatu kejadian yang menyakitkan, justru aku sebaliknya.
Aku mudah saja merenung lalu menemukan hikmah dari suatu kejadian menyakitkan, namun penerimaan, terkadang untuk beberapa kejadian aku sulit menerima kenyataan, disebabkan satu hal : Penasaran ku untuk memecahkan teka teki yang tidak ku mengerti sulit terpuaskan selama aku belum bisa menemukan jawabannya.
Lelah yaAllah, jujur sekali aku adukan pada-Mu, tangisan ini bukan bentuk penggugatan ku pada-Mu, bukan perasaan tak terimaku pada ketentuan-Mu, namun aku lelah dengan sesuatu yang tersimpan dibagian terdalam hatiku yang sengaja aku kunci.
Lelah, dengan semua pertanyaan yang masih sama saja “Benarkah ini jalan-Mu dan ketentuan-Mu? Adakah ikhtiar yang masih bisa ku lakukan?”
Lelah, dengan segala rasa keingintahuan ini, aku tidak tau. Semuanya terlalu abu-abu bahkan hitam, tidak jelas bahkan gelap.
Aku kecewa pada makhluk-Mu, aku sakit hati oleh-Nya, aku tidak percaya dengan apa yang dia putuskan, setelah semua keterangan nyata dan kebenaran yang jelas terpampang dihadapannya, benar kekecewaan ini terjadi sebab aku menggantungkaan harapan padanya.
Maafkan aku, teguran-Mu membangunkan aku, menyadarkanku sesadar-sadarnya, aku lalai, aku berdosa, aku buta selama ini.
Astagfirullahaladzim, mudahkan aku menerima semuanya seperti mudahnya aku merenungkan hikmah dibalik kejadian ini, Ya Robb.



Komentar