Dalam waktu berdekatan ini, aku didatangi 2 orang perempuan
yang mengadukan masalah yang sama “laki-laki”, keduanya mengatakan hal yang
sama “aku menyesal tidak mendengarkanmu dulu”, ya dulu aku berkata pada mereka
(persis seperti apa yang aku katakan pada teman perempuanku yang lain).
“Sadarlah”.
“Jangan percaya pada lelaki, semuanya palsu sebelum ijab
qobul”
“Kamu pasti sadar suatu hari”
“boleh saja sekarang kamu bahagia, tapi jika kamu belum
merencanakan yang lebih serius dengan kisah cintamu, suatu saat kamu akan sakit
hati”
“tidak ada cinta sebelum pernikahan”
“kamu akan sadar nanti”
Ungkapan yang tidak jauh dari itu aku sering sampaikan...
Benar saja, 8 dari 10 setidaknya mereka kembali mencariku dan
mengatakan “menyesal aku gak dengerin kamu”
Dear, meski aku tidak sejauh jam terbang kalian dalam hal
percintaan dan laki-laki, aku faham amat faham, dengan konsep ini.
Telinga ini, mata ini, hati ini, entah berapa banyak
informasi yang diinputnya mengenai masalah ini, baik secara langsung maupun
dalam novel yang dibaca.
Itulah lelaki. Maaf, jika tidak terlalu kasar aku ingin
katakan “tidak ada yang aku percaya, satupun lelaki sebelum dia mengucapkan
akad pernikahan”.
Sempat aku percaya, ya bodoh sekali, dan naluri ku berlari
pada pemikiran “aku menyesal tidak mendengarkanmu”, dan kebodohan itu cukup
membuat keyakinanku bulat, amat bulat.
Dear, aku tau kemarin-kemarin kamu sedang tidak sadar aku
membudah ibaratkan memperingatkanmu dan apa jawabanmu “Doakan aja ya, engga kok
yang ini beneran”.
Sehingga terpaksa aku bilang “kamu bakal nyesel nanti, kalo
sekarang gini”
Bukan menyumpahkan, tidak sama sekali. Hanya saja aku sudah
faham konsepnya.
Tolong, ucapan laki-laki jangan terlalu dipercaya. Please,
percaya saja kalo dia sudah ada didepan pintu rumahmu membawa keluarganya.
Apa yang sudah kamu berikan padanya? Menyesal ? iya,
jangankan menyesal karna kamu telah memberikan kehormatanmu, seharusnya meski
sekedar menyimpan hati untuknya saja kamu menyesal, hey bukan haknya, siapa
dia? Tukang main main!. MENYESAL (ah aku ingin berteriak sekeras nya
mengucapkan kata ini ditengah hutan sambil lari).
Sudahlah, jadikan pelajaran.. MOVE UP jangan cuman MOVE ON,
jangan macam-macam dengan hati, jangan lagi kasih kendor para pembual masuk
kedalam hidupmu, dear.
Perbaiki dirimu fokus saja, agar kelak yang menemukan mu
juga orang baik yang senantias memperbaiki diri.
Ya, mungkin dia juga orang baik tapi percayalah dia bukan
yang terbaik untukmu.
Jangan buka celah sedikitpun mempersilahkan setan menggoda
dirimu.
Tobat
Komentar
Posting Komentar