Ada perkataan dari seseorang yang membuatku tertegun.
" Memang tidakk bisa kita memasukan kedua hal yang sifatnya sama ke dalam satu hati kita lalu kita mampu seimbang pada keduanya. Musik dan Hafalan"
Jleb
Sejak hijrah 2015 lalu aku memang berusaha membersihkan semua playlist lagu ku yang berisi lagu-lagu favoritku, berat memang. Padaha dulu aku sering nyinyir pada seorang temanku yang senang mengoleksi lagu nasyid "sama aja musik, nasyid atau bukan juga"
Ya, memang aku mengambil dalil jika musik itu mubah selama yang didengarkan tidak mengandung kata-kata yang tidak beradab dan tidak melalaikan.
Namun harus kuakui musik memang memberi pengaruh pada psikologi suasana keimananku.
Berat, apalagi dulu aku suka musik sejak kelas 3 SD, mencintai seni sejak itu hingga aku masuk ke sekolah menengah pertama yang ekspert dibagian seni terkhusus seni sunda.
Apalagi selera musik ku dulu cukup bagus he.
Playlist daan musisi favorit ketika itu adalah Bondan and fade 2 black, Pas Band, Sheila On 7. Cokelat, dan sejumlah musisi lawas dalam negeri lainya termasuk luar negeri semisal West Life, Bryan Adam, Michael Learn To Rock dan penyanyi lainnya.
Aku putuskan hapus semua playlist itu, sekali kali meski amat jarang memang aku dengarkan lagi dengan streaming youtube.
Hingga amat tersadarkan dengan ungkapan diatas.
Iya, yang terngiang ditelingaku adalah musik bukan ayat Al-Qur'an.
Sekali kali bolehlah tapi pastikan jangan ketika suasna hati kita seedih dan galau ya.
Yakin deh, berpengaruh banget itu lagu ke psikologis kita.
Aku sih sekarang lagi nyoba ngelawan GA KANGEN BUAT NOSTALGIA dengerin lagu favorit dulu itu, meski hal itu mubah aku ingin betul betul terlepas dengan lagulagu dan ingin lebih banyak dzikir yang terngiang ngiang.
Berusaha mengalihkan ke musik musik positif macam nasyid.
Berusaha mengalihkan ke musik musik positif macam nasyid.
sejak 2015 sampai 2020 sebenarnya aku bisa lepas, playlist ku isi nya murrotal dan nasyid, entah sejak 2020 awal aku kangen, nostalgia, ..jadilah mulai mendownload lagi satu dua musik favorit dulu.
Hayu kita tekadkan meninggal segala kelalaian.
Hayu kita tekadkan meninggal segala kelalaian.
Komentar
Posting Komentar