Kini ada kebiasaan baru, setiap menjelang adzan subuh, rasanya suasana hatiku mellow.
Teringat, beberapa tahun yg lalu kebiasaan pagi yang sekaligus hobiku yaitu menghirup udara subuh terulang kembali. Aku hirup dalam-dalam udara yg masuk melalui kaca jendela kamar, mengisi ruang udara paru-paru ku ,menggantinya dengan udara yg segar.
Berbarengan dengan sayup-sayup syiar terdengar dari pengeras suara masjid, jauh pikiran ini mengingat ramadhan sebelumnya yang tidak pernah aku lewati dengan keadaan seperti ini.
Ramadhan ditengah pandemi corona.
Hanya kepada-Mu lah aku mengadukan segala kesedihan dan keresahan ku ya Rabb, aku ingin pandemi ini segera usai.
Hal yang selalu aku rindukan dibulan ramadhan adalah berdiam diri d masjid agung ditengah hari, merebahkan segala penat dan lelah setelah melakukan banyak kegiatan dan aktivitas yang dua kali lipat lebih sibuk dibanding selain ramadhan.
Aku rindu sanlat, mengisi kajian, membahas agenda dalam rapat, menghadiri undangan kajian, menyebar buletin, dan kegiatan lainnya yang terasa bermakna dilalui bersama saudara seaqidah dengan penuh sukacita.
Aku rindu itu semua ya Robb, kapankah pandemi corona ini segera berakhir, kalau tidak adanya iman didada mungkin aku sudah tenggelam dalam kepanikan dan ketakutan lalu berujung depresi. Namun karna aku adalah manusia yang memiliki iman dan pegangan, sudah seharusnya aku bisa mengkontrol diri ini.
Ya Robb, ampuni segala dosa hamba-hamba Mu, dengan ujian ini manusia semakin terlihat kelemahannya, Engkau Maha Segalanya, Maha Kuasa, Engkau Maha Kuasa membalikan setiap keadaan.
Teringat, beberapa tahun yg lalu kebiasaan pagi yang sekaligus hobiku yaitu menghirup udara subuh terulang kembali. Aku hirup dalam-dalam udara yg masuk melalui kaca jendela kamar, mengisi ruang udara paru-paru ku ,menggantinya dengan udara yg segar.
Berbarengan dengan sayup-sayup syiar terdengar dari pengeras suara masjid, jauh pikiran ini mengingat ramadhan sebelumnya yang tidak pernah aku lewati dengan keadaan seperti ini.
Ramadhan ditengah pandemi corona.
Hanya kepada-Mu lah aku mengadukan segala kesedihan dan keresahan ku ya Rabb, aku ingin pandemi ini segera usai.
Hal yang selalu aku rindukan dibulan ramadhan adalah berdiam diri d masjid agung ditengah hari, merebahkan segala penat dan lelah setelah melakukan banyak kegiatan dan aktivitas yang dua kali lipat lebih sibuk dibanding selain ramadhan.
Aku rindu sanlat, mengisi kajian, membahas agenda dalam rapat, menghadiri undangan kajian, menyebar buletin, dan kegiatan lainnya yang terasa bermakna dilalui bersama saudara seaqidah dengan penuh sukacita.
Aku rindu itu semua ya Robb, kapankah pandemi corona ini segera berakhir, kalau tidak adanya iman didada mungkin aku sudah tenggelam dalam kepanikan dan ketakutan lalu berujung depresi. Namun karna aku adalah manusia yang memiliki iman dan pegangan, sudah seharusnya aku bisa mengkontrol diri ini.
Ya Robb, ampuni segala dosa hamba-hamba Mu, dengan ujian ini manusia semakin terlihat kelemahannya, Engkau Maha Segalanya, Maha Kuasa, Engkau Maha Kuasa membalikan setiap keadaan.
Komentar
Posting Komentar