Frekuensi Kehidupan



Jika ku ingat, ingat..Tulisan-tulisan ku yang tersebar di setiap sosial media maupun catatan harianku, setiap periode nyaa berbeda tema.
Jika dilihat garis besar saja terdapat :  periode hijrah dimana tulisan itu berisi kebahagiaan yang entah datangnya darimana menjawab segala pertanyaan dan membuat jiwa ku tenang, kemudian tulisan itu diiringi kisah sedih dan air mata sebab ujian hijrahku yang tidak biasa.
Periode selanjutnya, masa-masa aku pergolakan batin benturan cita-cita dengan aturan, (yaa maklum aku manusia banyak mimpi, ambisius ingin mewujudkan mimpi bagaimanapun caranya) berhasil aku lewati dengan cara meyakinkan diri bahwa Allah Maha Baik dan Maha Memberikan Jalan akan senantiasa mewujudkan mimpiku tanpa perlu aku melanggar perintah-Nya, tak cukup kemudian aku bergelut dengan sesuatu diluar diriku yang mempermasalahkan perubahanku.
Periode selanjutnya mengenai mimpi dan cita-cita, aku ingin apa, ingin kemana, tergila-gila oleh Eropa, gila belajar, yaa tulisan ku dimasa-masa ini tentang mimpi-mimpi, indah sekali..
Kemudian periode memasuki usia 20, aku mulai di repotkan dengan urusan hati, mulai memberi perhatian pada dunia parenting dan anak-anak puncaknya setelah mengajar SD.
Kemudian diusia ini, entah bagaimana asalnya aku lebih padat dengann urusan orang dewasaa, kerja (mengajar dan bisnis kecil), kuliah ya tentu saja dakwah.
Diusia ini pula sangat aku rasa memiliki tanggung jawab terhadap kedua orang tua ku, untuk menjaga dan menemani masa tua mereka sebelum aku dijemput pangeran hati atau sang maut.
Yaa, sebuah perenungan..tentang perjalanan hidup yang aku baru sadari periode nya seperti itu setelah membaca tuisan lama dan membuka foto-foto lama..
Tentu periode yang ku sajikan disini adalah periode aku sudah berhijrah, sedangkan periode hidupku sebelum berhijrah tidak kalah berwarna juga.
Aku dengan segala kepolosanku mengikuti arah kaki melangkah dan jalan yang belum tau akan membawa kemana, ternyata memberi ku pengalaman berharga sekaligus unik dalam proses perjalanannya.
Aku bersyukur atas hidupku, di usia ku yang menjelang 21, ternyata banyak hal yang telah kulewati dan semuanya yaaa mengesankan.
Aku merindukan masa masa itu, kini aku sudah cukup dewasa dengan segala pikiranku yang mulai berpikir masa depan (jika umur panjang)
Tentu aku juga harus mempersiapkan sesuatu yang pasti kedatangannya yaitu maut.
Bagaimana cerita hidupmu? Apakah setiap periode nya menyenangkan?
Apa yang sudah kamu lakukan dengan hidupmu yang berharga itu?
Aku sarankan, catatlah..


Komentar