Hari-hari selanjutnya
Untuk tulisan kali ini, saya akan menyatukan cerita-cerita dan pelajaran yang didapat dihari-hari berikutnya.
Banyak sekali peristiwa yang terjadi selama di rumah sakit, dan 90% nya menegangkan, menyedihkan, melelahkan.
Hampir saja 2 minggu itu aku tidak tertawa.
Aku tidak bisa jelaskan secara detail apa yang terjadi disana. Yang jelas aku merasakan kesedihan dan penyesalan sampai-sampai aku merenung selama jadi anak apa yang sudah aku berikan pada mereka.
Ketika menatap wajah bapak yang setengah tidak sadar diruangan khusus, air mata tidak berhenti mengalir sambil terus memanjatkan do’a untuk kesembuhannya minta, diberikan kesempatan untuk aku bisa memperbaiki bakti ku pada orang tua dan memohon pada Allah memberi kesempatan bapak untuk lebih bertaqorrub ilallah.
Pelajaran untuk kita semua.. “Jangan Biarkan orang tua kita menjadi orang tua yang kesepian dimasa tua nya”
Mungkin karena kesibukan kita, kita sampai tidak sempat mengajaknya berbicara padahal saat kecil kita selalu bawel pada mereka untuk minta dijelaskan bnyk hal.
Ajak mereka bicara bahkan bermain, seperti halnya kita dulu saat kecil meminta untuk ditemani bermain tanpa tau betapa lelahnya ayah sepulang mencari nafkah atau lelahnya ibu setelah mengurus rumah.
Jangan biarkan orang tua kita kesepian dengan lupa memberinya perhatian, sengaja tidak mengajaknya berbicara karena alasan seringnya mengeluh.
Jangan biarkan orang tua kita jadi orang tua kesepian sampai-sampai mereka merasa sendiri tidak ada teman dan membuatnya ingin lebih cepat dijemput maut.
Tulisan ini juga untuk diriku sendiri. Aku mendapat pelajaran berharga, untuk lebih memperhatikan kedua orang tua, menghargai keduanya dengan ikhlas.
Semoga Allah mengampuni Khilaf kita sebagai anak.
Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhasan dalam berbakti pada kedua pintu surga kita. Aamiiin
Untuk tulisan kali ini, saya akan menyatukan cerita-cerita dan pelajaran yang didapat dihari-hari berikutnya.
Banyak sekali peristiwa yang terjadi selama di rumah sakit, dan 90% nya menegangkan, menyedihkan, melelahkan.
Hampir saja 2 minggu itu aku tidak tertawa.
Aku tidak bisa jelaskan secara detail apa yang terjadi disana. Yang jelas aku merasakan kesedihan dan penyesalan sampai-sampai aku merenung selama jadi anak apa yang sudah aku berikan pada mereka.
Ketika menatap wajah bapak yang setengah tidak sadar diruangan khusus, air mata tidak berhenti mengalir sambil terus memanjatkan do’a untuk kesembuhannya minta, diberikan kesempatan untuk aku bisa memperbaiki bakti ku pada orang tua dan memohon pada Allah memberi kesempatan bapak untuk lebih bertaqorrub ilallah.
Pelajaran untuk kita semua.. “Jangan Biarkan orang tua kita menjadi orang tua yang kesepian dimasa tua nya”
Mungkin karena kesibukan kita, kita sampai tidak sempat mengajaknya berbicara padahal saat kecil kita selalu bawel pada mereka untuk minta dijelaskan bnyk hal.
Ajak mereka bicara bahkan bermain, seperti halnya kita dulu saat kecil meminta untuk ditemani bermain tanpa tau betapa lelahnya ayah sepulang mencari nafkah atau lelahnya ibu setelah mengurus rumah.
Jangan biarkan orang tua kita kesepian dengan lupa memberinya perhatian, sengaja tidak mengajaknya berbicara karena alasan seringnya mengeluh.
Jangan biarkan orang tua kita jadi orang tua kesepian sampai-sampai mereka merasa sendiri tidak ada teman dan membuatnya ingin lebih cepat dijemput maut.
Tulisan ini juga untuk diriku sendiri. Aku mendapat pelajaran berharga, untuk lebih memperhatikan kedua orang tua, menghargai keduanya dengan ikhlas.
Semoga Allah mengampuni Khilaf kita sebagai anak.
Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhasan dalam berbakti pada kedua pintu surga kita. Aamiiin

Komentar
Posting Komentar