Lagi lagi tentang penerimaan



Hari ke-3 di Rumah sakit (Belajar Ikhlas)

Setelah satu malam berada di IGD, keesokan harinya bapak dipindahkan ke ruang perawatan biasa.
Bapak belum sepenuhnya sadar, sabar dan ikhlas dengan sakitnya.
Begitupun mamah masih shock harus merawat sepenuhnya Bapak yang tidak bisa berjalan.
Terdapat pasangan suami istri di ruangan kami yang memberi pelajaran berharga.
Suaminya sakit, menderita diabetes sudah hampir 9 tahun, langganan keluar masuk rumah sakit dan istrinya setia menunggu, merawat selama itu.
Ibu itu berkata “ pak, yang ikhlas nerima sakitnya, bu, yang ikhlas juga merawat bapaknya” aku tertarik akhirnya melanjutkan obrolan “ pak, bapak tuh belum ikhlas nerima begitupun ibu belum terbiasa..suami saya menderita diabetes sudah lama tapi karena saya menjalani terapi ikhlas, Alhamdulillah kita tetep bisa menjalani semua ini bersama-sama dengan tidak kekurangan kebahagiaan, biar jadi pahala terima saja apa yang Allah berikan”.
Benar sekali, memang aku memperhatikan pasangan itu enjoy sekali. Terdengar obrolannya saling support, bahkan tidk jarang aku dengar mereka bergurau entah berdua atau bergurau menghibur pasien yang lain.
Mereka enjoy sekali dengan ujian yang menimpa mereka. Pantas saja, diabetes tidak membuat semangatnya surut.

Menerima adalah obat bagi manusia-manusia yang peduli dengan kebahagiaan dirinya
Sebuah proses pembelajaran bagi mereka yang ingin tetap husnudzon pada Allah
Sebuah kemampuan langka menciptakan kebahagiaan di berbagai kondisi
Berhentilah mengeluh dan mendikte Allah atas segala kondisi yang kita tidak bisa merubahnya.
Itu dia impelementasi dari iman pada Qadha dan Qadar
Makanya, kamu yang giat ikhtiar sebelum sampai pada Qadha Allah itu
Jatuh sakit adalah Qadha Allah, kita tidak dapat menghindarinya, tapi mencegah penyakit menghinggapi tubuh , kita berkuasa, kita dapat melakukannya maka lakukan semaksimal mungkin, jika sudah sampai pada Qadha (Takdir atau ketetapan Allah), tugas kita tinggal menerima, ikhlas dan jalankan sebaik mungkin.
Sulit memang, makanya butuh latihan dan praktek, teorinya kita udah sering dapet, udah tau beearti tinggal prakteknya. Kapan? Yatu ketika kita sedang diuji, sedang berada dalam kondisi yang menuntut dipraktekannya teori tersebut.

Komentar