Aku kasih tahu satu hal, buat kamu yang nanya “cara yang
tepat menghadapi seseorang/sesuatu yang terus-terusan ganggu kita”☺
Di dunia ini, karakter untuk menghadapi hal diatas di
representasikan oleh Aku dan Sahabatku.
Jadilah seperti alvi, yang diam, cuek, tidak peduli dengan
gangguan dan tantangan dari luar sampai segala hal yang mengganggu itu cape
sendiri. Mereka merasa tidak dipedulikan, akhirnya menyerah mungkin merasa
“menghadapi batu”. sedangkan alvi tetap cooling down, bodo amat, berpikir positif,
kembali hidup tenang menjalani aktivitas seperti biasa.
Atau.. kamu bisa menjadi seperti aku. Astri yang bawel,
berisik, menjawab setiap pertanyaan, menjalani segala tantangan, menghadapi
segala macam persoalan sampai sesuatu/seseorang yang mengganggu itu lelah
karena aku tidak juga mundur. Mereka bertanya 1 aku menjawab 2. Mereka meminta
1 aku memberi 2. Sampai mereka mundur sendiri, dan aku tetap menjadi aku yang
bawel dan senyum karena rasa penasaranku
terjawab. Kembali menjalani hari-hari dengan berpikir positif dan lega
dihati.
Mau pilih mana? Silahkan.. tapi ingat, keduanya ada positif
dan negatifnya.
Positif dari sifat yang pertama adalah : kamu akan terbiasa
tidak peduli dengan segala sesuatu yang menganggu dirimu sehingga kamu tetap
bisa berpikir positif dan aktivitas kamu lAncar, kamu tetap fokus pada tujuan.
Negatifnya, kamu tidak tau hal-hal baru diluar sana, yaa
bisa dapet informasi dari orang lain tapi tetap saja rasanya beda karena kamu
tidak ikut berpetualang secara langsung, selain itu bisa jadi teman mu tidak
terlalu banyak atau bisa jadi pula kamu sering dibilang sombong orang lain.
Untuk sifat yang kedua,
positif nya adalah kamu tau hal-hal yang baru, kamu tau medan kehidupan
yang baru, ketemu orang-orang baru, banyak teman dan dianggap menyenangkan oleh
orang lain.
Negatifnya, kamu cape sendiri mencari strategi, menguatkan
mental, banyak urusan sampe mengganggu fokus kamu.
Nah, mau pilih yang mana? Silahkan itu pilihan kamu..
Hanya saja, hrus selalu diingat hal tadi tidak mutlak harus seperti itu, jika
dalam urusan dakwah kamu gabisa bersikap seperti batu, atau selalu ber api-api
seperti aku, hehe..yang jelas standarnya selalu Hukum Syara’.
Hanya saja, kita selalu keluarkan jurus kita itu jika
serangan itu terhadap personal pribadi kita.
Karena apa? Kita diam atau tidak peduli dengan gangguan
orang lain itu karena kita butuh hidup dengan hati bahagia dan tenang tanpa
terkekang dengan gangguan manusia yang tidak suka.
dan ingat juga, kedua karakter diatas itu bisa terwujud
karen latihan. mau seperti apa? silahkan yang jelas kamu harus kenal dan
bersahabat dengan diri kamu sendiri dulu🥰
Sekiaaaan😍

Komentar
Posting Komentar