sikap mana yang mau dipilih?


Aku kasih tahu satu hal, buat kamu yang nanya “cara yang tepat menghadapi seseorang/sesuatu yang terus-terusan ganggu kita”
Di dunia ini, karakter untuk menghadapi hal diatas di representasikan oleh Aku dan Sahabatku.
Jadilah seperti alvi, yang diam, cuek, tidak peduli dengan gangguan dan tantangan dari luar sampai segala hal yang mengganggu itu cape sendiri. Mereka merasa tidak dipedulikan, akhirnya menyerah mungkin merasa “menghadapi batu”. sedangkan alvi tetap cooling down, bodo amat, berpikir positif, kembali hidup tenang menjalani aktivitas seperti biasa.
Atau.. kamu bisa menjadi seperti aku. Astri yang bawel, berisik, menjawab setiap pertanyaan, menjalani segala tantangan, menghadapi segala macam persoalan sampai sesuatu/seseorang yang mengganggu itu lelah karena aku tidak juga mundur. Mereka bertanya 1 aku menjawab 2. Mereka meminta 1 aku memberi 2. Sampai mereka mundur sendiri, dan aku tetap menjadi aku yang bawel dan senyum karena rasa penasaranku  terjawab. Kembali menjalani hari-hari dengan berpikir positif dan lega dihati.
Mau pilih mana? Silahkan.. tapi ingat, keduanya ada positif dan negatifnya.
Positif dari sifat yang pertama adalah : kamu akan terbiasa tidak peduli dengan segala sesuatu yang menganggu dirimu sehingga kamu tetap bisa berpikir positif dan aktivitas kamu lAncar, kamu tetap fokus pada tujuan.
Negatifnya, kamu tidak tau hal-hal baru diluar sana, yaa bisa dapet informasi dari orang lain tapi tetap saja rasanya beda karena kamu tidak ikut berpetualang secara langsung, selain itu bisa jadi teman mu tidak terlalu banyak atau bisa jadi pula kamu sering dibilang sombong orang lain.
Untuk sifat yang kedua,  positif nya adalah kamu tau hal-hal yang baru, kamu tau medan kehidupan yang baru, ketemu orang-orang baru, banyak teman dan dianggap menyenangkan oleh orang lain.
Negatifnya, kamu cape sendiri mencari strategi, menguatkan mental, banyak urusan sampe mengganggu fokus kamu.
Nah, mau pilih yang mana? Silahkan itu pilihan kamu..
Hanya saja, hrus selalu diingat hal  tadi tidak mutlak harus seperti itu, jika dalam urusan dakwah kamu gabisa bersikap seperti batu, atau selalu ber api-api seperti aku, hehe..yang jelas standarnya selalu Hukum Syara’.
Hanya saja, kita selalu keluarkan jurus kita itu jika serangan itu terhadap personal pribadi kita.
Karena apa? Kita diam atau tidak peduli dengan gangguan orang lain itu karena kita butuh hidup dengan hati bahagia dan tenang tanpa terkekang dengan gangguan manusia yang tidak suka.
dan ingat juga, kedua karakter diatas itu bisa terwujud karen latihan. mau seperti apa? silahkan yang jelas kamu harus kenal dan bersahabat dengan diri kamu sendiri dulu🥰 
Sekiaaaan😍

Komentar