Apa sebenarnya yang di dambakan para wanita..?
Jika pada saat pertama kali kamu membaca judul tulisan ini pikiranmu langsung tertuju pada
Laki-laki..
Laki-laki yang diinginkan para wanita.
Tebakanmu kurang tepat.
Karena disini, aku mengambil pandangan lain tentang apa yang di dambakan para wanita.
Wanita itu identik dengan kelembutan hatinya, mudah tersentuh, perasa, dan berbagai ungkapan lainnya tentang definisi wanita yang halus itu.
Hal yang dimilikinya adalah sebuah kelebihan, yang menjadikan dirinya mulia dengan segudang tugas mulia pula dari Allah.
Namun, sesuatu yang dimilikinya ini juga bisa menjadi sebuah kelemahan baginya.
Ketika dia tidak bisa menggunakan kelebihan, ibarat seseorang yang salah menggunakan pisau dapur malah untuk melukai orang lain bahkan dirinya sendiri.
Ketika dia tidak memahami fungsinya, ketika dia tidak mau belajar mengendalikannya, dan ketika dia tidak mampu menjadikan akal sebagi penyeimbangnya.
Karena kelemahan wanita adalah selalu berlindung dibalik dalih "naluriah lah, wanita memang seperti ini", seakan dirinya memang ditakdirkan untuk menggunakan nalurinya saja.
Entah berapa puluh aku menemukan sebuah 'kasus' wanita yang tersiksa dengan perasaannya sendiri.
Dan 90% penderitaan yang sulit dikendalikan adalah disebabkan oleh laki-laki.
Ada yang di bohongi, di dekati lalu ditinggalkan tanpa kabar, di tinggalkan, janji menikahi lalu pergi, dann banyak kasus lainnya sampai terparah adalah di nodai lantas ditinggalkan.
(😩😭😭😭)
Jujur saja, menangani wanita dengan kasus tidak bisa mengendalikan hati adalah hal paling berat untukku.
Aku juga pernah ada di salah satu posisi dimana baper ku sulit di arahkan. Tapi akhirnya berhasil setelah itu sampai hari ini. Semuanya perlu belajar.
Terkadang aku bertanya, sebegitu tersiksakah menjadi wanita perasa?
Sebegitu sulitkah mengendalikan hati dari rayuan gombal laki-laki?
Sebegitu hilangkah akal ketika hati sudah mencinta laki-laki yang bahkan kebaikannya sudah tiada sebab tidaktanggung jawabnya dia pada wanita nya?
Sulit aku fahami.
Ada yang memutuskan cita-citaa,
Ada yang menyakiti dirinya sendiri, ada yang menghiasi hari-hari nya dengan kegalauan..
Semuanya karena kegagalan dalam urusan cinta.
Bisa kah latihan untuk berpikir "jangan mudah bahagia dengan pujian laki-laki yang bahkan mereka menganggap itu bukan hal spesial?" (Yakin darimana? Yakin karena laki-laki yg baik, pujian sesungguhnya hanya akan dia ungkapkan lewat lisan pada pasangan halalnya)
Lantas apalagi yang masih di harapkan jika cinta sedemikian merusak akal sehat?
Sungguh, sebenarnya cinta sejati itu tidak pernah ingin merusak.
Yang merusak adalah hawa nafsu yang mengatasnamakan cinta.
Yang merusak adalah cinta yang landasannya salah. Yakni, diri tanpa ilmu dan menjauh dari Sang Maha Pemberi Cinta.
Lantas apa sebetulnya yang di dambakan para wanita?
Yang di dambakan wanita adalah..
Wanita dengan pendirian yang kuat,
Wanita dengan akal sehatnya seimbang dengan perasaan sekalipun dalam kondisi terjepit,
Wanita dengan kesabaran yang tinggi untuk terus belajar menguatkan hati,
Wanita yang tegas memilih yang benar berdasarkan logika, bukan pembenaran berdasarkan perasaan,
Dan..wanita yang mampu menjadikan cintanya pada Allah dan Rosul melebihi cintanya pada apapun dan siapapun di dunia ini.
Karena dengan landasan ini, dia senantiasa membersihkan cinta nya dari kontaminasi hawa nafsu, sehingga dia memahami hakikat cinta itu apa.
Sehingga dia mampu menganggap sepele perkara dunia, hingga menjadikan dia hidup tenang dan fokus pada tugas nya.
Ketika hal ini sudah melekat padanya.
Mempankah gombalan laki-laki yanh tidak brtanggung jawab?
Masihkah meleleh dengan modus laki-laki yang belum jadi mahromnya?
Apakah masih mau memilih laki-laki yang bahkan shalat saja ditinggalkan.
(Allah saja sebagai Penciptanya ditinggalkan, apalagi kamu yang hanya makhluk?)
Kenapa aku katakan hal-hal itu yang di dambakan wanita?
Percayalah, setiap wanita yang curhat padaku dia menginginkan memiliki hal-hal diatas.
Percayalah, kita sebagai wanita pasti mendambakan hal tadi.
Seringkali aku dapati pertanyaan "kamu pernah suka ke cowok ga sih?"
Hehe tentu saja, aku pernah suka. Bahkan pernah dengan waktu yang cukup lama.
Tapi aku cukup pintar mengendalikan, menjaga untuk tidak diceritakan, merahasiakan untuk tidak diungkapkan.
Dan aku baik baik saja. Karena aku tahu, apa yang harus aku lakukan dengan naluri ini.
Aku memahami, tidak patut jika wanita terus bersembunyi dibalik kata "naluriah" saja.
Dan ini dia, yang di dambakan para wanita.
Menempatkan logika selaras dengan perasaan, dan
Wajar dalam menyikapi permasalan dunia termasuk cinta~
💐💐
-bukan ingin naif, hanya agar hidup lebih baik dengan kelebihan perasaan yang di miliki, belajarlah tegas♡
Jika pada saat pertama kali kamu membaca judul tulisan ini pikiranmu langsung tertuju pada
Laki-laki..
Laki-laki yang diinginkan para wanita.
Tebakanmu kurang tepat.
Karena disini, aku mengambil pandangan lain tentang apa yang di dambakan para wanita.
Wanita itu identik dengan kelembutan hatinya, mudah tersentuh, perasa, dan berbagai ungkapan lainnya tentang definisi wanita yang halus itu.
Hal yang dimilikinya adalah sebuah kelebihan, yang menjadikan dirinya mulia dengan segudang tugas mulia pula dari Allah.
Namun, sesuatu yang dimilikinya ini juga bisa menjadi sebuah kelemahan baginya.
Ketika dia tidak bisa menggunakan kelebihan, ibarat seseorang yang salah menggunakan pisau dapur malah untuk melukai orang lain bahkan dirinya sendiri.
Ketika dia tidak memahami fungsinya, ketika dia tidak mau belajar mengendalikannya, dan ketika dia tidak mampu menjadikan akal sebagi penyeimbangnya.
Karena kelemahan wanita adalah selalu berlindung dibalik dalih "naluriah lah, wanita memang seperti ini", seakan dirinya memang ditakdirkan untuk menggunakan nalurinya saja.
Entah berapa puluh aku menemukan sebuah 'kasus' wanita yang tersiksa dengan perasaannya sendiri.
Dan 90% penderitaan yang sulit dikendalikan adalah disebabkan oleh laki-laki.
Ada yang di bohongi, di dekati lalu ditinggalkan tanpa kabar, di tinggalkan, janji menikahi lalu pergi, dann banyak kasus lainnya sampai terparah adalah di nodai lantas ditinggalkan.
(😩😭😭😭)
Jujur saja, menangani wanita dengan kasus tidak bisa mengendalikan hati adalah hal paling berat untukku.
Aku juga pernah ada di salah satu posisi dimana baper ku sulit di arahkan. Tapi akhirnya berhasil setelah itu sampai hari ini. Semuanya perlu belajar.
Terkadang aku bertanya, sebegitu tersiksakah menjadi wanita perasa?
Sebegitu sulitkah mengendalikan hati dari rayuan gombal laki-laki?
Sebegitu hilangkah akal ketika hati sudah mencinta laki-laki yang bahkan kebaikannya sudah tiada sebab tidaktanggung jawabnya dia pada wanita nya?
Sulit aku fahami.
Ada yang memutuskan cita-citaa,
Ada yang menyakiti dirinya sendiri, ada yang menghiasi hari-hari nya dengan kegalauan..
Semuanya karena kegagalan dalam urusan cinta.
Bisa kah latihan untuk berpikir "jangan mudah bahagia dengan pujian laki-laki yang bahkan mereka menganggap itu bukan hal spesial?" (Yakin darimana? Yakin karena laki-laki yg baik, pujian sesungguhnya hanya akan dia ungkapkan lewat lisan pada pasangan halalnya)
Lantas apalagi yang masih di harapkan jika cinta sedemikian merusak akal sehat?
Sungguh, sebenarnya cinta sejati itu tidak pernah ingin merusak.
Yang merusak adalah hawa nafsu yang mengatasnamakan cinta.
Yang merusak adalah cinta yang landasannya salah. Yakni, diri tanpa ilmu dan menjauh dari Sang Maha Pemberi Cinta.
Lantas apa sebetulnya yang di dambakan para wanita?
Yang di dambakan wanita adalah..
Wanita dengan pendirian yang kuat,
Wanita dengan akal sehatnya seimbang dengan perasaan sekalipun dalam kondisi terjepit,
Wanita dengan kesabaran yang tinggi untuk terus belajar menguatkan hati,
Wanita yang tegas memilih yang benar berdasarkan logika, bukan pembenaran berdasarkan perasaan,
Dan..wanita yang mampu menjadikan cintanya pada Allah dan Rosul melebihi cintanya pada apapun dan siapapun di dunia ini.
Karena dengan landasan ini, dia senantiasa membersihkan cinta nya dari kontaminasi hawa nafsu, sehingga dia memahami hakikat cinta itu apa.
Sehingga dia mampu menganggap sepele perkara dunia, hingga menjadikan dia hidup tenang dan fokus pada tugas nya.
Ketika hal ini sudah melekat padanya.
Mempankah gombalan laki-laki yanh tidak brtanggung jawab?
Masihkah meleleh dengan modus laki-laki yang belum jadi mahromnya?
Apakah masih mau memilih laki-laki yang bahkan shalat saja ditinggalkan.
(Allah saja sebagai Penciptanya ditinggalkan, apalagi kamu yang hanya makhluk?)
Kenapa aku katakan hal-hal itu yang di dambakan wanita?
Percayalah, setiap wanita yang curhat padaku dia menginginkan memiliki hal-hal diatas.
Percayalah, kita sebagai wanita pasti mendambakan hal tadi.
Seringkali aku dapati pertanyaan "kamu pernah suka ke cowok ga sih?"
Hehe tentu saja, aku pernah suka. Bahkan pernah dengan waktu yang cukup lama.
Tapi aku cukup pintar mengendalikan, menjaga untuk tidak diceritakan, merahasiakan untuk tidak diungkapkan.
Dan aku baik baik saja. Karena aku tahu, apa yang harus aku lakukan dengan naluri ini.
Aku memahami, tidak patut jika wanita terus bersembunyi dibalik kata "naluriah" saja.
Dan ini dia, yang di dambakan para wanita.
Menempatkan logika selaras dengan perasaan, dan
Wajar dalam menyikapi permasalan dunia termasuk cinta~
💐💐
-bukan ingin naif, hanya agar hidup lebih baik dengan kelebihan perasaan yang di miliki, belajarlah tegas♡

J
BalasHapus