
Beberapa minggu yg lalu, saat aku mengisi sebuah acara keputrian bertema kan Remaja Anti Gaul Bebas di salah satu SMK di kota ku..
Ada seorang anak bertanya padaku. Singakatnya "Mengapa maksiat terasa indah dilakukan, sedangkan ibadah sangat sulit dan tidak nyaman dilakukan? Dan mengapa kebahagiaan itu seringnya ditemukan ketika bermaksiat"😌
Aku membuka pertama kali jawabanku dengan pernyataan "kamu akan menemukan apa yang kamu cari", setelah itu aku analogikan seekor lebah dan lalat.
Bagaimana lalat karna naluri dan matanya sudah di setting utk mencari kotoran, hinggap ditempat yg kotor, dan jadilah kebahagiaannya adalah tempat2 yg kotor. Berbeda dengan lebah, yang naluri dan matanya sudah di setting utk mencari yang bersih dan manis dan jadilah tempat hinggapnya adalah bunga.
Mengerti?
Yaa..begitulah hidup. Kebahagiaan itu relatif. Bahagiamu dan bahagiaku mungkin berbeda. Kamu bahagia ketika bermaksiat, sedangkan hatiku akan tersiksa ketika melakukan kemaksiatan. Kamu sedih ketika dituntut setiap perbuatan utk terikat dgn aturan agar bernilai ibadah, sedangkan aku bahagia jika setiap aktivitas ku diikat dgn aturan agar setiap langkahnya bernilai ibadah.
Itulah kebahagiaan..
Relatif..ini semua tergantung mindset. Tergantung niat dan tujuan hidup kita untuk apa.
Padahal puncak kebahagiaan tertinggi seorang hamba adalah mendapatkan ridho Allah disetiap langkahnya. Bagaimana cara kita mendapat ridho Allah itu? Yaitu ketika segala perbuatan kita memenuhi 2 syarat diterimanya amal oleh Allah Adalah..1. Niat ikhlas karna Allah
2. Tata cara melakukan segala aktivitas terikat dgn aturan Allah.
Itu dia. Bahagia adalah ketika segala perbuatan kita bernilai ibadah.
Dulu aku sempat bertanya. "Bagaimana mungkin setiap waktu aku terus beribadah? Sedangkan aku juga butuh aktivitas dunia"
Ternyata waktu itu aku belum memahami bahwa ibadah dalam islam itu tidak hanya urusan vertikal saja (kpd Allah saja misal shalat, puasa, haji, dll) namun juga urusan horizontal (seluruh aspek keduniawian misal mencari ilmu, bekerja, mengejar cita2, dll)
Nahh..itu semua adalah ibadah. Jika memenuhi 2 syarat tadi. Intinya, segala aktivitas di dunia ini bisa bernilai ibadah ketika segala nya pakai aturan Allah.
Luar biasa kan?
Mindset "senang maksiat dan sedih ibadah" kamu, bisa diubah kok, dear. Ketika kamu mulai menyadari kamu berada dalam keadaan yg salah, trus kamu memulai utk berubah, memaksakan perubahan, membiasakan nya sampai kamu membutuhkan perubahan. Semuanya memang butuh proses. Dan proses prubahan itu tidak mudah, namun bukan berarti kamu tidak berprogres. Karna meskipun perubahan itu butuh proses, dan proses itu butuh waktu, namun kita harus ingat, waktu kita didunia ini tidak banyak, siapa yang tau? Usia kita sampai mana.
Kamu akan menemukan kebahagiaan hakiki ketika kamu hanya dekat dgn Allah. Bohong besar, maksiat itu membahagiakan jika dihatimu masih ada keimanan walau setitik.
Maksiat tetaplah maksiat. Indahnya sesaat.
Sedang ibadah kepada Allah, adalah suatu kebahagiaan yang tidak dapat digantikan dengan apapun.
Sekali lagi, jgn sama ratakan definisi bahagia semua orang.
Kamu bahagia ketika bebas mengenakan pakaian membuka aurat apapun yg kamu mau, bukan berarti aku juga bahagia berbuat seperti itu. Karna bahagia nya seorang mukmin adalah..ketika ridho Allah menjadi alasan utk setiap perbuatannya☺
Komentar
Posting Komentar