Gerakan idealisme mu dengan ideologi!

Di usia ku yang sudah sampai 20, ku mengalami berbagai peristiwa di dunia ini.
khususnya peristiwa politik di negara ini.

Kini, aku menyaksikan suasana yang orang sebut sebagai mengulang Reformasi , mengulang 1998 ketika mahasiswa turun ke jalan, berdemo, orasi, mewakili keinginan rakyat karena mahasiswa adalah penyambung lidah masyarakat.

Saat ini, aku sudah menyandang gelar mahasiswa itu. Mahasiswa semester 3 ..
Sekitar 5 tahu yang lalu, aku dan sahabatku menyukai aktivitas mengoreksi kebijakan, mewakili kesedihan rakyat untuk turun ke jalan berorasi. Bahkan kita senang melihat ada aksi demo dari rakyat kepada pemda, kita berdiri menonton di pinggir kantor penuh semangat.

Ketika itu usia kita 15, duduk dibangku SMP dan kita up to date agenda politik di daerah. Bagaimana tidak, salah satu tempat main kita ketika itu adalah perpustakaan daerah dan kantor PEMDA, ada beberapa alasan kenapa sekitar kantor PEMDA menjadi tempat bermain kita. Diantaranya, kita senang mengobrol dengan pejabat daerah, bertanya banyk hal  termasuk ibu SATPOL PP, dan suasana sekitar kantor yang rindang dan nyaman dijadikan tempat berteduh ketika perjalanan kaki menuju atau sepulang dari perpusda, dan alasan terakhir adalah aku bisa bertemu dan bermain bersama kucing-kucing anggora milk ibu kantin di kantor PEMDA.

Kembali pada bahasan demo, ketika itu..aku dan sahabat ku bertekad untuk kuliah dengan alasan "ingin demo", dimana saat itu kita sangat terinspirasi dengan kisah-kisah heroik mahasiswa 1998 dan juga kita terinspirasi dari cerita seorang anak tokoh di negeri ini yang aktif menulis buku dan pernah terlibat dalam aksi 1998 itu.

Sampai saat ini, kita masih tertarik memperhatikan aktivitas demo mahasiswa yang orasi dijalan dengan berbagai atributnya.

Apa kabar ? bukankah saat ini aku sudah menjadi mahasiswa? Begitupun sahabatku..satu universitas pula hanya saja berbeda fakultas..

Ada yang ingin aku sampaikan perihal ini.
dulu, semangat yang bergelora ini belum diimbangi pemikiran yang cemerlang.
sehingga segala sesuatu hanya bermodalkan semangat.
Ketika melakukan sesuatu,dalam artian disini demo..kita perlu merumuskan segala sesuatunya dengan matang.
Analisis permasalahan, cari solusi yang tepat dan tetapkan solusi mendasar apa yang diberikan pada permasalahan itu.

Tadi siang ketika dikampus aku ikut serta menjadi penonton di lapangan, menonton mahasiswa yang berkumpul dan berorasi di lapangan kampus. Aku suka, bahkan sebetulnya aku ingin tidak sekedar jadi penonton, aku ingin orasi..yaa mewujudkan mimpiku da sahabatku ketika SMP.

Dan siang tadi aku memperhatiakn semuanya sambil bergumam pada sahabatku.
"apa sebenarnya yang mendorong pergerakan ini?"
"benarkah mereka selalu melakukan analisa politik pada semua permasalahan di negeri ini?"
"apa solusi yang mereka berikan atas tuntutannya itu?"

dan gumam terakhir ku..
"sayang sekali jika pergerakan ini hanya dilandasi semangat saja, sayang sekali jika kobar semangat ini tidak diarahkan dengan benar"

Memang begitulah mahasiswa..agent of change, intelektual muda, tidak hanya duduk dibangku perkuliahan tapi juga kontribusi nya dituntut untuk masyarakat.
Mencari ilmu dibangku perkuliahan jelas amat penting, dan prestasi akademik pun diharapkan baik.

Namun inilah aku sekarang..memahami hakikat perjuangan itu seperti apa. tidak hanya dilandasi kobar semangat tanpa arah.
Jika aku ikuti ego, tentu aku ingin seperti mereka yang saat ini pergi ke ibu kota bersama ribuan mahasiswa lainnya. Tapi.. ideologi islam kini sudah bercokol di benak.

Sehingga segala perbuatan harus sesuai dengan islam.
tentu aku sedih, ketika melihat berita mahasiswa berdarah-darah bahkan sampai ada yang meninggal dunia.
Karena saat ini, ideologi kapitalis sekuler benar-benar sudah berkuasa sampai pada tatar mahasiswa untuk menjadikan segala ilmu dan pengetahauannya hanya untuk mendapat materi belaka.
Mendapat kedudukan dan gelar belaka.

Padahal..islam membutuhkan intelektual muda yang hanya berjuang atas aalsan menghrap ridho Allah saja.

Islam memperbolehkan adanya demo, aksi dalam rangka berdakwah pada penguasa agar penguasa sadar dan mau merubah kebijakan salahnya.
Namun, islam juga mengatur tata cara demo itu.
Diantarnya..luruskan selalu niat aksi itu semata karna Allah dan membela kebenaran, lalu dipisah antara massa laki-laki dan perempuan, tidak merusak fasilitas umum, tidak anarkis dan rumus yang tadi..yaitu..analisa terlebih dahulu fakta permasalahan lalu tentukaan solusi yang tepat untuk masalah itu.

Ingin aku sampaikan..saudaraku..intelektual muda, semoga selalu dalam limpahan rahmat dan hidayah Allah.. mari arahkan semangat juang itu untuk perubahan menuju sistem yang Allah ridhoi, satu-satunya..yakni islam.. janganlah berharap kebaikan pada sistem buatan manusia yang bahkan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah hiingga generasi terbaik selanjutnya..

Mari buka mata dan pikiran kita bahwa solusi sempurna dari segala permasalahan ini hanya lah islam.
Mari satukan visi dengan langkah dan gerakan yang didorong oleh ideologi.
Ideologi islam..
Karena islam adalah sebuah ideologi..
Saatnya kita mau membuka diskusi untuk membahas ideologi islam, sudah cukupkan membahas ideologi kapitalis? lalu komunis sosialis, untuk melawan kapitalis?
Percayalah.. bukan kedua ideologi itu solusi untuk masalah hidup ini .
Islam lah solusinya..
ideologi Islam lah yang dapat dipercaya.
berikanlah kesempatan kita untuk memperkenalkan bahwa ada, satu ideologi yang dapat melawan kapitalis selain sosialis.
Izinkanlah kita menjelaskan tentang ideologi islam  itu..
setelah itu mari kita berubah..kepada perubahan yang hakiki untuk kesejahteraan seluruh umat di dunia, dan menjadi jalan kita umat islam menuju akhirat yang aman.

Sekali lagi, mengutip dari aktivis 1998 "Mahasiswa..Bergeraklah dengan Ideologi, agar idealisme mu tidak di bajak elit durjana negeri ini"
Bergerak dengan ideologi, menajamkan analisaa..agar potensi dan idealisme mu tidak manfaatkn segelintir  manusia.

Komentar