Masih Tentang Novel
Setelah berbicara aku yang senang membaca novel. Kini akan aku ceritakan novel apa yang menjadi perhatian utama ku.
Meski aku pecinta novel, tapi aku tetap pilih-pilih dengan novel apa yang akan aku baca.
Aku hanya tertarik pada novel yang tidak vulgar, bahasa yang digunakan tidak kasar, dan sederetan aturan lainya. Aku sempat tertarik dengan novel yang penulisnya baru ku kenal, teman-teman membicarakannya, langsung ku cari buku yang membuat ku penasaran itu, setelah dapat, aku buka pas pada halaman percakapan terdapat kata-kata kasar (hewan liar), aku tidak tertarik lagi membacanya.
Pernah juga aku baca novel sains fiksi konspirasi yang penulisnya sudah internasional, seru bukan main, ilmiah dan alur nya hebat. Aku sempat memaksakan membaca tiap lembarnya meski disana sarat dengan bahasa yang vulgar aku paksakan karena penasaran dengan alur nya yg penuh teka teki dan banyak terselip pengetahuan.
Tapi tidak kuat lagi. Hehe. Aku tinggalkan dulu, nanti-nanti mungkin akan kubaca. Entahlah..aku tidak suka saja. Padahal aku bisa memilah dan memilih. Tapi beda saja rasanya, aku merasa tidak nyaman membaca yang seperti itu.
Penulis novel favoritku cukup banyak.
Asma nadia, habiburrahman, orizuka, Hanum rais, dann Tere Liye tentu saja yang banyak memberikan pelajaran lewat tulisannya.
Aku banyak belajar dari kutipan-kutipan dalam novel nya.
Seperti terdoktrin dengan kata-kata nya yang indah.
Yang paling terngiang-ngiang adalah quotes nya tentang Penerimaan, Memeluk Kesedihan, Tidak Sibuk Atas Penilaian Manusia, Berdamai dengan memaafkan, Tidak Egois Untuk Keinginan Memiliki, baik baik saja dengan perbuatan menyakitkan orang lain, dann masihh banyak lagi.
Betul, apa yang kamu baca..sedikit banyak akan mempengaruhi karaktermu.
Namun tentu saja..tergantung kamu sendiri bisa atau tidak memilah dan memilih juga memproses setiap kutipan itu dalam otak dan hatimu.
Mungkin aku tipycal orang yang cukup ampuh mencari motivasi luar untuk jadi motivasi dari dalam hidupku.
Terkadang, ketika aku berada dalam sebuah permasalahan, aku bisa menyelesaikan nya tanpa perlu dunia tau dan orang-orang di luar mendengar.
Bagiku, pertahanan terbaik adalah diri sendiri.
Aku cukup memiliki pertahanan yang kuat.
Yaa meski tidak dipungkiri terkadang juga aku membutuhkan kekuatan d luar untuk menguatkan pertahanan ku.
Dan terimakasih Tere Liye, salah satunya lewat tulisan Engkau aku menguatkan pertahanan ini.
Bersambung..
Setelah berbicara aku yang senang membaca novel. Kini akan aku ceritakan novel apa yang menjadi perhatian utama ku.
Meski aku pecinta novel, tapi aku tetap pilih-pilih dengan novel apa yang akan aku baca.
Aku hanya tertarik pada novel yang tidak vulgar, bahasa yang digunakan tidak kasar, dan sederetan aturan lainya. Aku sempat tertarik dengan novel yang penulisnya baru ku kenal, teman-teman membicarakannya, langsung ku cari buku yang membuat ku penasaran itu, setelah dapat, aku buka pas pada halaman percakapan terdapat kata-kata kasar (hewan liar), aku tidak tertarik lagi membacanya.
Pernah juga aku baca novel sains fiksi konspirasi yang penulisnya sudah internasional, seru bukan main, ilmiah dan alur nya hebat. Aku sempat memaksakan membaca tiap lembarnya meski disana sarat dengan bahasa yang vulgar aku paksakan karena penasaran dengan alur nya yg penuh teka teki dan banyak terselip pengetahuan.
Tapi tidak kuat lagi. Hehe. Aku tinggalkan dulu, nanti-nanti mungkin akan kubaca. Entahlah..aku tidak suka saja. Padahal aku bisa memilah dan memilih. Tapi beda saja rasanya, aku merasa tidak nyaman membaca yang seperti itu.
Penulis novel favoritku cukup banyak.
Asma nadia, habiburrahman, orizuka, Hanum rais, dann Tere Liye tentu saja yang banyak memberikan pelajaran lewat tulisannya.
Aku banyak belajar dari kutipan-kutipan dalam novel nya.
Seperti terdoktrin dengan kata-kata nya yang indah.
Yang paling terngiang-ngiang adalah quotes nya tentang Penerimaan, Memeluk Kesedihan, Tidak Sibuk Atas Penilaian Manusia, Berdamai dengan memaafkan, Tidak Egois Untuk Keinginan Memiliki, baik baik saja dengan perbuatan menyakitkan orang lain, dann masihh banyak lagi.
Betul, apa yang kamu baca..sedikit banyak akan mempengaruhi karaktermu.
Namun tentu saja..tergantung kamu sendiri bisa atau tidak memilah dan memilih juga memproses setiap kutipan itu dalam otak dan hatimu.
Mungkin aku tipycal orang yang cukup ampuh mencari motivasi luar untuk jadi motivasi dari dalam hidupku.
Terkadang, ketika aku berada dalam sebuah permasalahan, aku bisa menyelesaikan nya tanpa perlu dunia tau dan orang-orang di luar mendengar.
Bagiku, pertahanan terbaik adalah diri sendiri.
Aku cukup memiliki pertahanan yang kuat.
Yaa meski tidak dipungkiri terkadang juga aku membutuhkan kekuatan d luar untuk menguatkan pertahanan ku.
Dan terimakasih Tere Liye, salah satunya lewat tulisan Engkau aku menguatkan pertahanan ini.
Bersambung..

Komentar
Posting Komentar