Tentang Literasi II (Menemukan Sahabat)



Ketika ku duduk di bangku SMP, masih melekat hobi membaca ku.
Seringkali ku berkunjung ke perpustakaan sekolah dan perpustakaan daerah.
Buku-buku yang cukup memberi pengaruh padaku saat itu adalah : Serendipity accidental discoveries in science (bukan serendioity novel ya) , dan novel-novel islami.
Sampai-sampai aku tertarik menjadi seorang ilmuwan, dan penulis.
Buku-buku tentang biografi ilmuwan, peraih nobel dan karya sastra indah menjadi list utama bacaanku ketika itu.
Buku apa saja aku senang membaca nya.
Novel, sejarah, cerpen, biografi, apaa saja kubaca.
Sejak itu aku masih sendirian menikmati aktivitas sehari-hariku bersama buku. Sebelum ku temukan yang sampai saat ini menjadi sahabatku, menjadi teman membaca dan memburu buku, dia orang yang hebat mau menyingkirkan hobi nya pada KOREA untuk pindah haluan menjadi seorang bookaholic.
Beruntunglah aku menemukan dirinya.
Sahabat yang berjumpa di Sekolah Menengah Pertama yang membersamaiku sampai saat ini dalam hampir semua aktivitas.
Sejak ada sahabat ku itu, aku tidak lagi sendirian mengisi hari-hariku bersama buku. Bahkan dia pun sejak saat itu sampai hari menjadi seorang yang "gila baca dan gila buku".
Literasi menemaniku menemukan hal-hal penting dalam hidupku.
Karakter, lalu sahabat.
Dan literasi pula yang mengantarkanku menemukan hal yang amat penting, terpenting dari semua yang terpenting dalam hidup ku.
Persahabatan kita indah memang.
Kita disatukan oleh perbedaan untuk saling melengkapi,
Berjalan untuk sebuh tujuan yang sama dengan mimpi yang berbeda,
Dan yang terindah adalahkita memiliki kecintaan yang sama terhadap ilmu.
Dulu ituu aku akademisi yang condong kepada aktivis.
Dan sahabatku seorang aktivis yg condong pada akademis.
Dan sekali lagi, buku adalah teman perjalanan kisah persahabatan kita.
(Bersambung)

Komentar